Ketika Lelakimu Minta Maaf Lebih Dulu


ketika lelaki minta maaf lebih dulu

Dear, Ladies...

Semua manusia itu punya sifat dasar egois. Entah itu lelaki atau perempuan, keduanya memiliki kadar ego masing-masing. Yang berbeda mungkin seberapa besar kadarnya dan bagaimana cara menunjukkannya. 

Bicara lelaki, egoisnya akan muncul karena naluri. Mungkin sedikit sulit membedakan dari lelaki mana yang disebut ‘aura jantan’ dan mana yang disebut ‘egois’, karena kebanyakan lelaki akan menunjukkannya dengan cara yang sama. Egois, kemudian menjadi similaritas dari sifat dasar lelaki yang otonom, offensive dan bersifat ‘ingin menguasai dan tak mau kalah’. Lelaki melawan lelaki, akan jadi contohnya. Lelaki akan berkembang pada platform yang sama, bila diadu akan seperti menabrakkan kedua kutub yang sifatnya serupa. 

Tapi akan lain halnya bila lelaki dihubungkan dengan perempuan. Dalam menjajaki sifat keduanya, tentu akan menemukan rona emosi yang berbeda. Sebagian lelaki akan mudah beradaptasi, sebagiannya mungkin tidak. Hal yang tidak dimengerti dari kedua insan ini terkadang membuat salah satu pihak menjadi kesal dan bahkan mungkin tersakiti, namun itu terjadi tanpa disadari.


Ladies, kuceritakan saja sudut pandangku sebagai seorang lelaki.

Lelakimu, mungkin sama saja sifatnya sepertiku. Dan bisa jadi sama saja dengan lelaki di seluruh dunia. Kami diciptakan dengan ego yang besar dan lebih mencuat. Adakalanya memang, singgungan yang tak kami pahami akan membuat segalanya menjadi runyam. Dengan mudahnya, rasa ego itu akan merasuki logika dan mengatakan bahwa harga diri kami terusik karenanya. 

Pernahkah kalian memarahi lelaki secara langsung bahkan di depan umum karena kesalahannya? Lelakimu mungkin diam, tapi dalam hatinya dia sebetulnya marah. Maafkan bila rasanya kasar, tapi memang lelaki itu bisa saja memakimu balik atau malah menamparmu di tempat, tapi sesungguhnya ia menahan diri karena tak tega. Dalam diri setiap lelaki yang tersinggung, maka harga dirinya akan mendidih. Siapapun lelaki itu, aku pun percaya sifat dasarnya sama. Begitupun jika kalian para perempuan menyinggung kami dengan bercanda yang kelewatan karena mungkin lupa tanggal jadian, atau dengan jelas-jelas membandingkan lelakimu itu dengan mantan.

Tapi, tunggu. Memang, dalamnya hati siapa yang tahu.
Kadang kami akui, bahwa kami para lelaki agak kurang berpikir panjang. Emosi yang terlanjut tersulut kadang membuat kami menyesal. Hingga kami tahu, kedewasaan berpikirlah yang akan menjaga sikap kami. Maka, bila kalian para perempuan sekarang sedang bersanding dengan para lelaki yang mampu menahan amarah dan menjaga emosi negatifnya, maka beruntunglah.. ia sesungguhnya telah beranjak dewasa. 

Ladies,
dalam pendewasaan para lelaki, sesungguhnya ia akan tahu dimana sesungguhnya ia akan bertanggungjawab bila berbuat sesuatu. Dan seperti pada umumnya, bila berbuat salah maka tentu ia akan meminta maaf. Lelakimu itu manusia biasa, pasti berbuat salah, seperti kalianpun juga. Tapi satu hal yang membuat kami tak mengerti adalah kesalahan-kesalahan sepele yang kami lakukan, namun kalian cenderung besar-besarkan. Kadang hal-hal yang kami sedikit lupa, kalian anggap itu besarnya seperti bencana. Apalagi lelaki akan mudah terpedaya dengan permainan emosi sang perempuan, sedikit saja lelaki sudah tak tega, maka seperti seluruh dunianya akan ia sembahkan demi maafmu. Ya, hanya demi maafmu, wahai perempuan.

Maka, lelaki yang meminta maaf terlebih dahulu adalah lelaki yang dewasa. Bila kalian memilikinya, maka kalian beruntung. Lelaki itu sadar bahwa bagaimana ia harus berbuat dan bertanggungjawab. Meskipun lelaki tahu bahwa bila itu bukan salahnya, ia takkan mau meminta maaf dan tidak merasa perlu meminta maaf... Percayalah, hal itu tidak berlaku untuk lelaki yang telah dewasa.

Tapi bila ia datang padamu dengan permintaan maaf, maka sesungguhnya ia datang karena 2 hal;

Pertama. Karena mengakui kesalahannya. Lelakimu itu tahu persis dimana kesalahannya, karena memang ia berbuat salah padamu. Bila sudah begitu, maka lelaki memang patut melangkah lebih dulu. Sebenarnya, begitupun kalian para perempuan bila berbuat salah pada lelaki, maka lebih dahululah meminta maaf. Seperti layaknya manusia biasa. Yang egois adalah ketika salah satu pihak berbuat salah, tapi malah menunggu pihak yang lain untuk meminta maaf terlebih dahulu.

Yang Kedua, karena kehormatan dirinya.
Apa maksudnya? Kadang lelakimu harus meminta maaf karena kesalahan yang belum tentu ia perbuat atau malah tidak perbuat. Permintaan maafnya adalah untuk kedewasaannya menyelesaikan masalah, bukan untuk meminta maaf atas salahnya. Permintaan maafnya kadang hanya untuk meredakan emosi dan kekesalanmu wahai perempuan, meskipun dia tidak salah. Maka sudahlah, tanpa dikomandoi pun lelaki dewasa akan melakukannya. Ia akan menepuk dadanya dengan keras demi kehormatan dirinya dan sifat ksatrianya, yaitu Ialah yang akan melangkah maju dan meminta maaf terlebih dahulu, sebuah ‘pengorbanan’ agar hubungan kalian berdua baik-baik saja. 

…......

Telah paham kah kalian, Ladies?

Satu hal kuberitahu, tidak semua lelaki punya kadar kedewasaan yang sama. Tidak semua perempuan di dunia ini beruntung punya lelaki yang memahami dengan jelas apa mau kalian. Kadang lelaki tak semuanya sadar dan mau berbuat seperti ksatria. Bila memang itu bukan salahnya, maka tak usahlah kalian memancingnya untuk meminta maaf terlebih dulu. Coba rasakan lagi, apakah memang lelakimu yang salah?

Bila tahu itu bukan, jangan pula menyinggungnya dengan kata-kata; ‘Mau minta maaf, ngga?’ atau "Abis kamunya ngga mau minta maaf, sih..”

Padahal bila jelas-jelas itu bukan salahnya, maka bersiaplah untuk hal yang mengerikan… lelaki itu bisa saja meninggalkanmu.

Meninggalkanmu, karena Ia terlalu sering ‘dipaksa’ untuk meminta maaf padahal itu bukanlah kesalahannya. 

Lelaki dewasa itu pun bisa lelah… karena sesungguhnya ia takkan bisa bertahan dengan perempuan yang belum juga dewasa.

Baca ini Juga:
(Oleh: MiftahulFikri)