Ketika Lelaki Menjelaskan Masa Depannya Padamu


lelaki pria sejati

Padamu, Ladies.

Lelaki biasanya tak suka bercerita. Meski tak semuanya begitu, lelaki memang seakan akan tak terbiasa untuk meluahkan seluruh isi kepalanya lewat sepasang bibirnya. Bila memang inginnya bungkam, maka seluruh dunia terkadang tak dapat menebak apa isi pikirannya. 

Tetapi seiring bertambahnya kedewasaan, ada pola-pola tertentu yang mewarnai lika-liku hidupnya. Bila telah sampai pada suatu pemahaman, lelaki akan mengetahui bahwa kodrat hidupnya akan dipenuhi dengan pertanggungjawaban. Seketika itu ia sadar, bahwa genggaman tangannya suatu saat akan menjadi pelindung jiwa-jiwa yang dikasihinya, entah itu orangtuanya, saudara terdekatnya, hingga kekasih tercintanya nanti.

Bila memang lelaki ditakdirkan menjadi pemimpin, menjadi penentu kemana arah hidup menuju, maka ia akan paham seiring waktu. Ia tak mungkin lagi sembarangan memilih peran, pelan-pelan telah ditinggalkannya jiwa kekanakan. Suatu saat, lelaki itu pun akan menggeliat perlahan, menatap matahari lebih lama untuk terbiasa menghadapi sengatan kehidupan. Ayahnya, dan lelaki dewasa lain yang telah dahulu daripadanya, akan selalu mengajarkan bahwa lelaki harus lebih kuat dan menjadi yang terkuat. Hingga kekuatan itu dapat digunakan untuk melindungi orang yang dikasihi, seperti Ayahmu melindungi ibumu dan kamu, ladies. Jika ia tahu bahwa seperti itulah menjadi lelaki, maka telah dewasalah ia.

Oleh Tuhan, dikaruniailah sang lelaki dengan kemampuan menalar, visi sederhana sebagai pemimpin untuk mempersiapkan apa yang terjadi di masa depan. Bila ingin diakui sebagai seorang pria, maka lelaki harus tahu apa yang akan diperjuangkannya nanti. Kebanggaan sekaligus tanggung jawab yang nantinya akan diemban, mengajarkannya arti perencanaan. Di kepalanya telah tersusun berbagai langkah, hingga padu padan tantangan sekaligus masalah di depan. Bila tentang visi dirinya sendiri ia telah selesai dan tercapai, maka prioritas penting selanjutnya adalah melindungi dan membahagiakan orang yang dikasihinya. Dan tahukah engkau ladies, suatu saat akan tersisip pelan-pelan namamu dalam sanubarinya… seseorang yang nantinya wajib dibahagiakannya. Hingga lebih jauh, sadarlah ia akan mempersiapkan kedatangan buah hatinya ke dunia, mempersiapkan dan mengawal tumbuh kembangnya, melindungi keluarga dengan segenap kekuatan hingga akhir hayatnya. 

Begitupun karena lelaki bersandar pada kekuatan logikanya, maka rencananya akan sampai pada hal-hal realistis yang tampak di matanya begitupun yang dipahaminya. Bila telah bekerja, yang tampak di pikirannya adalah apakah gajinya cukup atau tidak untuk menghidupi keluarganya, seberapa besar rumah yang ia butuhkan, bagaimana ia mencukupi dana pendidikan, bagaimana ia mencukupi dana kesehatan dan lain sebagainya. Ketika ada beberapa hal yang harus kita sadari ketika kecil, bahwa ketika Ibu kita menyuapi makanan pada kita, bermain dengan sekotak mainan di rumah yang nyaman.. percayalah, disana ada peran Ayah yang begitu besar meski ia tak selalu ada disana. Karena begitulah lelaki bekerja.

Maka, ladies..

Bila disampingmu kini telah ada lelaki dewasa itu, maka beruntunglah. Apabila selama ini ia telah membersamaimu dan selalu bersabar mendengar celotehanmu, maka akan ada saatnya kau harus mendengar untaian rahasia yang telah dipendamnya begitu lama. Kau akan tahu ia lelaki seperti apa, apabila ia harus menjelaskan masa depannya. Ketika lelakimu telah menjelaskan rencana masa depannya akan bagaimana, maka kau boleh menjadi saksi bahwa telah hampir sempurnalah pemahamannya mengenai kehidupan. Apalagi dalam sebait kalimatnya, tersisip namamu yang akan diwujudkannya dalam waktu dekat untuk meyakinkanmu… maka hendaknya telah teguhlah pilihan cintamu. 

Kau boleh mencintainya, ladies. Tapi jalan hidupmu takkan pernah bisa teguh tanpa pondasi masa depan. Logika yang hendak kuluruskan adalah bahwa lelaki yang penuh rencana pun bisa jadi masa depannya akan penuh tantangan diluar kehendaknya, apalagi yang tidak punya rencana! Meski memang harus diyakini, bahwa rencana Tuhanlah yang paling baik.

Kau boleh mabuk kepayang padanya, ladies. Tapi lelaki yang tak datang tanpa rencana haruslah membuatmu ragu. Hati-hati pada perasaanmu, karena wajiblah ia seimbang dengan logikamu. Seberapa jatuhpun hatimu padanya, maka cobalah kau uji seberapa teguh lelakimu. Bila didepanmu saja tak meyakinkan, apalagi nanti di depan orangtuamu!

Namun, kau boleh saja meragukannya, ladies. Bahkan bila ia datang tanpa bukti, apalagi bila ia tak punya apa-apa. Tapi seberapa besarpun ragumu, hendaknya kau lihat seberapa besar keteguhan karakternya untuk memperjuangkanmu. Bila tanpa ragu ia jelaskan rencananya padamu begitupun dihadapan orangtuamu, maka turutilah nuranimu, meskipun ia belum mempunyai apa-apa yang dapat dibuktikannya. Tentu saja pemahamannya tentang arah hidup, karakter, serta rencananya akan menjadi modal besar mengarungi kehidupan, bila nanti ditakdirkan Tuhan untuk bersamamu. 


Ladies, percayalah, lelaki yang telah matang seperti itu akan sampai pada pemahaman bahwa ia tak butuh pada perempuan yang meragukannya. Bila masihpun ragu, maka tak segan ia akan pergi dan memilih yang lain. Maka bila ia telah datang kepadamu dengan jalan terbaik nan suci, hendaknya tak ada lagi ragu yang tersemat di dadamu. Ketika ia nanti memintamu untuk menemaninya, maka yakinlahlah bahwa Ia akan berusaha dengan keras untuk menggenapi rencana dan janjinya. Seperti yang Ayahmu dan Ayahnya lakukan, pun seperti yang lelaki terbaik di dunia ini telah contohkan.


Maka, bersiaplah ladies, untuk suatu saat, apabila telah datang seorang lelaki yang menjelaskan masa depannya dihadapanmu :)
Baca Juga: