Aku R I N D U kamu!


Aku rindu kamu, masih ada rasa yang tertinggal di hatiku. Perasaan ini semakin sulit untuk dipertanggungjawabkan, terutama ketika kau sering menghilang karena berbagai alasan. Dan aku hanya mampu menunggu dengan sabar, menatap ponsel dengan penuh harapan, berharap kamu menghubungiku untuk mengajakku masuk dalam sebuah percakapan. Tapi, kau tidak pernah ada, kau tidak pernah hadir dalam hari-hari saat aku membutuhkan. Aku mengerti, dan menuntutmu memang bukan kapasitasku lagi, karena aku yang kau sembunyikan ini tidak berhak untuk mengatur dan meminta diakui. Namun, salahkah jika aku beraharap suatu hari nanti aku punya hak, punya otoritas untuk terus bersamamu kembali? Mungkin ini gila, tapi apa bedanya dengan kudiam dan memendam rindu dalam-dalam, jelas itu jauh membuat ku gila dan menjadi pecundang malang.

Aku rindu kamu, dengan asa yang hidup di hatiku. Kau pergi dengan meninggalkan luka di dada, luka yang masih ku jaga agar tak kembali terbuka. Kamu pergi terlalu jauh, sedangkan aku masih di tempat yang sama saat terakhir kali kita bertemu, terbelenggu dengan bayang-bayangmu, masih dengan kisah kita, dan masih dengan luka yang sama.

Aku merindukanmu, dengan segala kisah yang pernah aku ukir bersamamu. Terpojok oleh rindu yang tak bisa kubiarkan berlalu. Makin buatku rapuh akan ingatan peluk hangatmu. Dengarlah kasih, dimanapun kau berada saat ini. Mungkin kutak bisa menghilangkan rasa rinduku dengan bertemu denganmu kini, tapi… Kau tahu? aku bukanlah sosok yang mudah menyerah dan berhenti ketika harapan tak kunjung terjadi. Telah kusampaikan rasa rinduku dengan cara yang berbeda. Melalui bintang-bintang yang benderang, kusematkan seluruh rinduku yang hampir buatku patah arang. Bila malam ini kau melihat bintang berkedip tanpa ada hentinya, ketahuilah itu adalah rinduku yang sedang menyapa dan mengajakmu untuk bermain bersama.
Source: lukakita

0 Comments


EmoticonEmoticon