Dear, perempuan-perempuan hebat diseluruh dunia


Dear perempuan-perempuan hebat yang ada diseluruh dunia,

Apa kabar hati? Masih utuh kan? Atau… separuhnya sedang bersama lelaki lain–yang belum tentu menjadi jodohmu kelak–karena drama-drama khas perempuan yang kamu buat sendiri?

Ah, aku selalu berharap. Semoga kabar hatimu selalu sehat walafiat. Sebab hati harus lebih sehat walafiat ketimbang badan. Sebab, jika hati tidak sehat, semuanya akan berantakan. Semua urusan akan jadi runyam.

Aku, sebagai sesama perempuan, ingin berpesan kepadamu. Hati hati dengan kebaikan-kebaikan lawan jenismu. Jangan mudah memetik buah-buah segar yang tidak pernah kautanam. Jangan mudah meletakkan hati pada sembarang tempat. Jangan mudah memakan coklat yang tidak kaubeli sendiri.

Aku pernah mendengar. Kata seorang lelaki, menjadi baik itu terkadang menjadi ujian yang paling menyebalkan bagi dia karena kebaikan-kebaikannya yang seringkali kamu salah artikan. Akibatnya, laki-laki terkadang jadi takut berbuat baik karena kebaikan itu sendiri.

Padahal mereka hanya sedang belajar menjadi baik dan menjadi terbaik untuk semuanya. Bukan untuk tujuan yang lain.

Ayolah. Setidaknya, bantu mereka menjadi baik karena kebaikan itu sendiri. Bukan malah membuat mereka takut berbuat baik karena kamu menelan mentah-mentah kebaikan dari mereka.

Juga, jangan tergesa-gesa mengarang cerita-cerita kepada sesamamu tentang kebaikan-kebaikan lelaki yang sering kamu salah artikan. Jangan mudah menyimpulkan hal yang belum selesai dan belum jelas runtutannya. Jangan. Jatuhnya nanti malah menumbuhkan harap kepada manusia. Bukan lagi kepada satusatunya Pengabul Harap.

Padahal kamu tau kan kalau manusia itu makhluk yang paling mudah kecewa–juga makhluk yang paling mudah mengecewakan?

Jangan hati. Jaga perasaan. Karena seperti yang sudah aku katakan tadi; hati juga perasaan adalah hal yang harus lebih sehat walafiat ketimbang badan. Jika hati berantakan, berantakanlah seluruh urusan.

Kamu paham maksudku, kan?

Mulai sekarang, anggap semua kebaikan lelaki adalah hal biasa yang memang biasa. Setuju kan, ya?

Jangan lupa bagikan tulisan ini pada wanita hebat diseluruh dunia.


0 Comments


EmoticonEmoticon