Tapi, sampai kapan aku hanya menjadi bayangan?

patah hati, cinta, sedih, hati

Mungkin bukan kamu yang berubah, atau mungkin aku yang mulai berbalik arah. Euforia kita yang teramat manis di awal kisah, sesungguhnya adalah permulaan yang salah. Karena kita mengawali kisah di dalam kisah, karena bagaimanapun bertiga tetaplah salah.

Bahagia rasanya bisa menjadi sosok yang menghapus lukamu, menjadi seseorang yang memberikan pelukan dan menyeka hujan pada pipi meronamu. Dan aku tak menyangkal, momen itu adalah sebahagia-bahagianya yang aku rasakan kala itu.

Tapi, sampai kapan aku hanya menjadi bayangan? Melihatmu masih saja menerima dia dalam hari-harimu, menyaksikan kamu hanya mendatangiku saat diberi pilu, itu benar-benar tak adil bagiku. Dinomor duakan oleh seseorang yang aku nomorsatukan, menyakitkan bukan?

Satu lagi, kisah kita tidak hanya melibatkan hatimu saja, namun juga hatiku. Setelah apa yang telah aku perjuangkan untukmu, tolong hargailah itu. Aku tau kamu mencoba memberikan hatimu kepadaku, tapi sadarkah jika itu sama sekali tidak utuh untukku?

Mungkin aku tidak berubah, aku hanya berhenti dan mulai berbalik arah. Aku hanya lelah menjadi tempat singgah. Mari kita berhenti sejenak, memikirkan kembali arah kita kemana, tangan kita menggenggam siapa, hati kita teruntuk yang mana. Jika kamu paham arah hatiku, belum terlambat untuk memutuskan, sebelum terlalu jauh aku meninggalkan.


Source: literasihati

0 Comments


EmoticonEmoticon