Karena Yang Sebenarnya Berubah Itu Adalah Kamu!

tentang kita, tentang cinta, patah hati, sayang, cinta, kamu, aku

Ketika kau mulai bercerita tentang hubungan ini. Kamu akhirnya mengeluhkan kesahmu. Ketidaknyamanan, ketidakmampaun ataupun kerapuhan yang kau temukan dalam hubungan ini. Kamu pun sudah mulai menghilangkan harapanmu padaku.

Jika itu memang kamu, ya kamu yg selalu ada dihatiku, kamu sah-sah saja untuk mengeluhkan keadaan ini, mungkin kenyamanan itu telah kamu dapatkan bukan dariku lagi, mungkin diriku tak pantas lagi jadi tempatmu untuk bercerita, atau mungkin diriku sudah menjadi hal membosankan bagimu.

Sejak kamu mulai acuh tak acuh padaku, sejak saat itulah aku mulai menampar diri, berusaha untuk tahu diri, sepertinya aku sudah mengganggu hidupmu, sepertinya pesanku bukan untuk dibalas, tapi hanya hiasan hubungan saja. Sepertinya kata-kata romantisku hanya gombalan tak bermakna.

Kini, aku bukan lagi prioritas. Kamu hanya berbicara hal yang penting-penting saja padaku. Kamu bahkan sanggup menomor-akhirkan membalas pesanku.

Tapi, saat ini, Aku tidaklah sedang menarik diri, tidaklah berusaha untuk menjauh, aku sedang bertahan, aku sedang berdo'a, aku ingin Allah berikan kamu sepenuhnya padaku.

Jika saat ini aku tidak pernah buatmu nyaman, aku minta maaf. Tapi jika kamu ingin dibuat nyaman, kamu hanya perlu melakukan sesuatu, hargailah aku. Walau hargaku tak semahal sosok yang kamu idamkan. Walau hargaku lebih rendah dari setiap orang yang kamu temui.

Aku sebenarnya tidak ingin mengungkapkan ini semua. Aku mulai terlihat mengeluh juga. Aku juga harus mulai terbuka padamu. Karena kamu mulai melihat ketidaknyamanan padaku.

Karena Kamu adalah seorang yang tidak ingin disalahkan. Aku juga jadi susah untuk menjelaskan. Aku takut setiap kata-kataku menjadi tertolak bagimu. Karena aku ingin mengatakan, bahwa sebenarnya yang telah berubah itu adalah kamu.

Source: Searegar *
*With some edited

0 Comments


EmoticonEmoticon