Bila Nanti Kita Tak Lagi Saling Mencari

kata cinta, kata mesra, kata romantis, patah hati, puisi cinta

Bila nanti, nyatanya kita saling menghindari dan tidak lagi saling mencari, ingatlah dengan baik; bahwa se-tidakmenyenangkan apapun akhir kisah ini, aku pasti akan mengingatmu sebagai seseorang yang pernah mengasihiku dengan baik dan bijak.

Bila nanti, kamu mendadak meragu, kamu sangat boleh percaya hal ini; bahwa jauh sebelum aku mengenali senyummu, jauh sebelum cerita-ceritamu mencanduku, jauh sebelum aku meletakkan kekagumanku pada kalimat-kalimat cerdas nan manismu, aku bersyukur seseorang sepertimu bersedia singgah di sini.

Bila nanti, kamu mengenang masa di saat aku masih ingin bersamamu–meski seberantakan apapun kamu, ketahuilah, itu hanya upaya sederhanaku untuk memastikan; bahwa perasaanmu padaku masih cukup banyak untuk membuatmu menyayangiku hingga besok dan besoknya lagi.

Bila nanti, seseorang yang kamu pilih di kemudian hari untuk menjadi penyebab bahagiamu bukan lagi aku, maka aku hanya ingin menyampaikan terima kasih;

• Terima kasih karena telah mengajariku cara untuk membaik dan terus membaik.

• Terima kasih karena sudah mau memahami semua duka dan luka yang kurasakan, yang ternyata, lebih baik dari siapa pun.

• Terima kasih karena pernah menolongku dari semua ide-ide burukku dan pemikiran yang salah.

• Terima kasih untuk waktu, kisah, argumen, dan diskusi menyenangkan yang pernah mau kamu bagi denganku.

Aku pernah bahagia
saat itu. Sangat.
Dan jikalau tidak lagi
saat ini,
tidak apa-apa,

aku telah cukup bahagia
karena pernah bahagia
di saat itu,
dengan kamu.

3 Comments

๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜ gimana sih nulis semiris ini ๐Ÿ˜ข๐Ÿ˜ข

OO ini pengalaman adminnya ini :'v miris sangat *pisss


EmoticonEmoticon