Tenang, Aku Mulai Terbiasa Dengan Air Mata

kata-kata cinta bahasa inggris, kata-kata cinta bahasa jawa, kata-kata cinta lucu, kata-kata cinta bertepuk sebelah tangan, kata-kata cinta sejati, kata-kata cinta untuk suami, kata-kata cinta sedih, kata-kata cinta mutiara, kata-kata cinta ldr, kata-kata cinta jarak jauh, kata-kata cinta, kata-kata cinta romantis, kata-kata cinta anak pramuka

Tuan,
Terimakasih pernah datang lagi. Walau sebentar, walau pada akhirnya kembalimu berujung pada kepergian yang berulang. Hidupku terus begini, selalu mengalami de javu, selalu menyaksikan datang dan pergimu yang tak kenal waktu. Dan hatiku tidak berubah, masih menjadi taman bermain favoritmu.

Terimakasih karena sempat membuatku kembali merasakan jantung yang berdebar saat pesan singkatmu sampai kepadaku.

Terimakasih karena sempat membuatku kembali merasakan indahnya penat saat menanti kabar darimu.

Aku selalu rindu masa itu dan kamu memberiku kesempatan untuk merasakannya sekali lagi. Walau beberapa waktu kemudian, aku merindukannya lagi karna kamu hilang kembali.

Kamu bagai hujan yang biasa kutemui pada akhir dan awal tahun. Aku tahu kapan kamu datang, aku tahu kapan kamu akan pergi, dan kapan aku harus menyiapkan hati untuk menghadapi kehilangan lagi.

Namun aku selalu saja menantimu. Seolah bahagia dan perihku sudah terjadwal.

Tuan.
Percayalah, aku mulai terbiasa dengan air mata. Aku mulai terbiasa tertawa untuk kemudian terisak keesokkannya. Aku mulai terbiasa menjadi persinggahanmu.

Aku menikmati kebodohan ini.

Ah! Kini, saatnya untukmu pergi lagi, bukan?
Juga, saatnya aku pulang menuju keterasingan; tempat dimana aku tinggal sementara waktu sampai musim hujan yang kutunggu menyapa lagi, sampai kamu mengetuk pintu lagi untuk bertamu, sampai kamu membawakanku oleh-oleh berupa kebahagiaan yang tidak abadi.

Tuan.
Hati-hati, ditengah perjalananmu mungkin akan kamu temui banyak persinggahan yang lebih nyaman, namun banyak diantaranya yang hanya mengiming-imingimu janji palsu mengenai ketulusan untuk kemudian memaksamu memberikan segalanya dalam hidup sebagai bayaran.

Namun, ingatlah. Hanya aku, persinggahan yang bisa kamu jadikan tempat berpulang dan beristirahat sejenak tanpa perlu kamu berikan banyak imbalan karenanya.

Walau pada akhirnya, kamu selalu berpamitan secara tiba-tiba.

Sungguh.

Aku tak apa.

9:29pm. October 15, 2017

0 Comments


EmoticonEmoticon