Surat Untukmu, Bang!

kata hati, kata hati remaja, kata hatiku untukmu sayang, kata hatiku hari ini, kata hati nuraniku, kata hati yang terdalam, kata hati seorang perawat, kata hati seorang istri

Hai, Bang. Sepertinya sudah lama kita tidak saling sapa. Masihkah kamu menyukai ayam pedas saus lada hitam dan segelas teh tarik? Aku merindukan wajahmu yang penuh peluh karena pedas, juga kebiasaanmu mendesis menahan panas di lidah sekalipun di luar sana hujan sedang turun dengan deras.
Bang, Tujuh bulan telah berlalu, tak perlu kujelaskan seberapa rindu dan penasarannya aku karena kepergianmu yang tiba-tiba pun tanpa aba-aba. Jika saja bisa, aku cuma ingin menanyakan satu pertanyaan padamu;

“KENAPA?”,

Mengapa tidak kau katakan saja apapun yang membuatmu tiba-tiba tak nyaman? Apakah menjelaskan sesulit itu sehingga kau lebih memilih pergi tanpa pesan? Percayalah aku tidak apa-apa jika memang kau tak punya perasaan yang sama. Aku sudah cukup bahagia mencintaimu, tanpa perlu kaubalas. 
Jika saja kau tahu, aku sudah sering membayangkan momen ini terjadi. Dan ketakutanku sudah menjadi nyata sekarang.
Iya, perihal kepergianmu yang tiba-tiba.

Jika saja surat ini berhasil sampai di beranda rumahmu, balaslah. Aku ingin tahu bagaimana kabar dan keadaanmu saat ini. Lalu jawablah pertanyaanku, setidaknya aku tahu di mana letak kesalahanku, dan meminta maaf untuk semuanya. Juga kuucap terima kasih, untuk waktu dan cerita yang pernah kau ciptakan meskipun singkat. 
Akhir kata, izinkan aku tetap menjaga perasaan ini.

Sampai aku lelah dengan harapanku sendiri. 


Source: noroum

0 Comments


EmoticonEmoticon