Kepada Tuan di Lain Kota

kata-kata cinta

Sayang, ada yang mengusik pikiranku akhir-akhir ini.

Perihal ketiadaanku di setiap harimu.

Maaf, sosokku bukanlah yang selalu ada setiap kamu butuh. 
Maaf, aku tidak bisa ada untuk sekedar menemanimu makan siang. 
Maaf, aku juga tidak ada di jok belakang motormu untuk menemanimu berkeliling kota.

Hal-hal itu membuatku merasa berdosa.

Ingin, aku ingin sekali ada di setiap kamu merasa bosan dengan kegiatan sehari-harimu.

Aku ingin, bisa ada di hadapanmu saat kamu sibuk dengan laptopmu. Dengan segelas minuman, memainkan ponselku sambil sesekali mengambil gambarmu diam-diam seperti yang selalu aku lakukan.

Aku ingin, bisa membawakanmu sebungkus makanan setiap kamu mengeluh lapar, tapi tubuhmu terlalu malas untuk beranjak dari kamar.

Aku ingin, selalu ada menjadi temanmu nonton setiap ada film baru yang tayang di bioskop.

Sayang, maaf kalau saat ini aku harus mengalah pada jarak. Ia lebih menyayangimu rupanya.

Bukan aku tidak sayang, bukan aku tidak mau berjuang. Tapi ada beberapa hal yang membuatku harus tetap berada 130km darimu.

Dan terimakasih, kamu memilih untuk tetap bertahan. Walau aku tahu, di tempatmu sana pasti banyak sekali wanita yang tanpa kamu mintapun mereka dengan senang hati menemani, tapi kamu lebih memilih untuk sendiri.

Sabar ya, dalam setiap doa yang ku layangkan, aku meminta untuk selalu ada di dekatmu. Bisa menemani hari-harimu. Bisa selalu hadir saat kamu butuh.

Sayang, mau kah kamu membantuku? Dengan meminta hal yang sama dalam setiap doamu.

Sehingga kelak setiap saat aku menemuimu, aku bukan lagi datang, tetapi untuk pulang.

Baca ini juga:
Source: lookitasari

0 Comments


EmoticonEmoticon