Dariku; Pengisi Hari-Harimu (dulu)

kata-kata cinta, kata0kata cinta untuk sahabat, kata-kata cinta untuk pasangan, kata-kata cinta untuk pacar, kata-kata cinta untuk kekasih, kata-kata cinta romantis, kata-kata cinta menyentuh hati

Untuk manusia yang paling tak terprediksi.

Sudah lama ya kita tak menghabiskan ritual pukul lima di beranda. Dengan gitar ulungmu, tumpukan bacaanku, cerita-cerita manis yang tercipta, secangkir kopi untukmu dan teh manis hangat untukku. Hiduplah segala angan-angan pada hari-hari yang kini selalu menorehkan kenangan.

Asalkan bersamamu, matilah kekuatiranku. Asalkan bersamamu, aku tak butuh apa-apa lagi. ‘Bahagia’ adalah paket lengkap pertama diatas gabungan kita berdua. Mungkin dibanding para lelaki yang pernah menghiasi hati, kamulah yang paling menyamankan aku untuk selalu mempertahankanmu di sisi. Kamulah yang tak pernah kusangka. Dan akulah yang tak pernah mengira akan terjatuh padamu tiba-tiba.

Ingatkah mimpi-mimpi yang tak terbuat atas sekedar janji? Ketika percayaku mulai rapuh, kau yang buat ketakutanku luluh.

Ingatkah persoalan-persoalan yang buat wajahmu jadi gusar? Dari situlah terpecahkan dan kita mencoba sama-sama belajar.

Ingatkah hujan yang pernah menghiasi pipiku? Kamulah yang mengusap aliran itu hingga lenyap. Kamulah yang meyakinkan bahwa segalanya akan baik-baik saja. Senyumanmulah yang selalu mengobati luka yang segera berformula jadi duka.

Memang. Tak seharusnya padamu hatiku terjatuh. Tak seharusnya aku biarkan seluruh pusat kerja rasa menjadi lumpuh. Aku begitu payah jika harus berurusan denganmu. Aku begitu payah untuk menyadari datangnya rasa itu sebelum kehadirannya menculikmu. Aku begitu payah untuk mencegah kepergianmu. Tanganku lemah, bibirku berdaya lemah.

Tadinya aku mengira kita akan baik-baik saja. Tak mungkin secepat itu kau dibawa pergi dan meninggalkanku disini bersama sepi.

Ada yang belum terceritakan, ada yang belum mendengarkan, ada yang sedang berteman dengan kesedihan dan kehilangan.

Jika saja pilihanmu itu aku, pilihan kita pasti akan bertemu di titik yang satu. Tapi sayang, kenyataan terlalu jelas mengobrak-abrik pandangan. Aku harus tegap berjalan, dan menyembuhkan hati pelan-pelan. Entah sampai kapan.

Jika nanti kamu tidak bahagia, carilah aku sebagai tempat pertamamu. Dan tolong, hargai penantianku :’)

Dariku; Pengisi hari-harimu (dulu).

Baca ini juga:

Source: Rasajadikata 

0 Comments


EmoticonEmoticon