Ada Yang Sedang Memperhatikanmu


Ada yang memerhatikanmu dari kejauhan, ia begitu memahami apa yang menjadi kesukaanmu dan juga apa yang menjadi ketidaksukaanmu. Semua dilakukannya tanpa bertanya, tapi dengan mudahnya ia bisa mengetahui semuanya. Maka, diam-diam ia sedang menyusun rencana sedemikian rupa untuk memberi apa yang kamu suka, meski sesekali ingin mengetahui reaksimu dengan memberi apa yang tidak kamu suka.

Tanpa ada likes, comment, share, atau jejak lain pada setiap postinganmu di sosial media, ia diam-diam mengetahui setiap detailnya. Entahlah, mungkin ia memasang fitur ‘get notification’ untuk setiap postingmu, tapi rasanya ia tak perlu bersusah payah melakukan itu. Bahkan, bisa saja jika ternyata ia bahkan tak memiliki akun di sosial media sama sekali. Selain itu, tak seperti orang lain yang mungkin lantang mengatakan kekagumannya terhadapmu, ia hanya diam saja. Tapi, tanpa kamu ketahui, ia sedang dan selalu mengupayakan kebaikan yang banyak untukmu, banyak sekali, hingga suatu ketika rasa syukur dan ucapan terima kasih pun rasanya tak cukup lagi untuk menjadi ganti atas semuanya.

Magis! Tanpa perlu membaca apa yang ditulis olehmu dalam buku-buku, tanpa perlu menghadiri setiap majelis ilmu yang kamu ada di dalamnya, tanpa perlu bertanya pada teman-temanmu tentang hidupmu, juga tanpa perlu selalu bertukar pesan denganmu, ia memahami seluruh dirimu, lengkap dengan bagaimana pola-polamu dalam berpikir, merasa, dan bertindak. Setelah mengetahui semuanya itu, meski mungkin banyak salah dan kurang yang ada padamu, tak sedikit pun ia meninggalkanmu. Jangankan benar-benar meninggalkan, berniat meninggalkan pun tidak.

Saat kamu sedih, ia mengetahuinya. Saat kamu bahagia, ia mengetahuinya. Saar kamu berpura-pura, ia mengetahuinya. Saat kamu kecewa, marah, atau bahkan putus asa, ia mengetahuinya. Bahkan, saat apa-apa yang kamu lakukan dan katakan tak sesuai dengan apa yang ada di dalam hatimu, ia juga mengetahuinya. Bagaimana bisa? Ah, bisa saja! Tanpa kamu menunjukkan, mengatakan, atau bahkan memamerkannya, dengan mudah ia tetap bisa mengetahui semuanya.

Sayangnya, kamu seringkali menganggapnya tidak ada dan kamu pun sibuk mencari-cari yang lain selainnya. Padahal, pada akhirnya, ia adalah tempatmu berpulang untuk selama-lamanya. Tunggu, masihkah kamu berpikir bahwa sosoknya adalah personifikasi seorang manusia? Tolonglah, jelas saja bukan! Otak dan hatimu itu nyata sekali terlalu banyak terisi roman picisan!
Penulis: novieocktavia

0 Comments


EmoticonEmoticon