Aku Bukan Orang Romantis


Sepasang suami-istri konsultasi dengan saya. Intinya, sang istri merasa suaminya kurang hangat, jadi dia merasa kurang disayangi.

Suaminya kaku, cuek, dan tidak romantis. Jarang memeluk, mencium, atau sekedar gandengan tangan.

Karena merasa kurang disayang, istri jadi gampang bete dan ngomel terus. Karena istri suka ngomel suami jadi makin males untuk ngobrol sama istri, lebih milih untuk main Mobile Legend. Makin suami cuek, makin istri bete. Sounds familiar? 😅

Akhirnya Saya kasih solusi: tugas istri harus bilang dengan jelas maunya apa dan gimana, jangan mengharapkan suaminya jadi pembaca pikiran.

Misal: "Besok hari Valentine, bellin aku bunga, ya?" atau "Anak-anak udah tidur, yuk kita nonton TV sambil pelukan."

Setelah istri request sesuatu, tugas suami tinggal melakukan sesuai request. Jadi istri dapat apa yang diinginkan, suami juga tidak perlu ribet menebak-nebak apa mau istri. Semua senang, semua happy. 💑

Sang suami setuju dengan solusi saya dan bersedia melakukannya. Tapi di tengah obrolan muncul kalimat tipikal: "Saya memang orangnya gak romantis, Bang. Dari dulu sudah begini. Kalau ngelakuin yang romantis gitu rasanya bukan saya."

Saya bilang: "Gak perlu kok jadi cowok romantis, kamu cuma perlu ngelakuin request istri. That's it. Beliin bunga buat istri sesekali gak akan mengubah sifat kamu, tenang aja."

Ini masalah yang dialami banyak orang. Mereka merasa dirinya "aku bukan orang yang romantis" sehingga tidak mau melakukan hal-hal yang di luar kebiasaan, meskipun mereka tahu itu akan membuat pasangannya happy (dan hubungannya juga tambah happy).

Kamu terjebak dengan label yang kamu kenakan sendiri. Kamu merasa bahwa beliin bunga, candle light dinner, kecup kening ketika jalan di mall, atau bisik "I love you" saat macet, akan otomatis mengubah kepribadian kamu.

Seolah-olah kamu takut kalau kamu lakukan itu semua, kamu langsung bertransformasi menjadi orang lain yang bukan kamu. Kamu risih melakukan itu semua, "Ih, itu bukan gue banget!"

Sungguh pola pikir yang absurd!

Kamu tidak perlu jadi orang romantis untuk beliin bunga buat pasangan. Kamu hanya perlu memesan bunga lewat internet atau kirim pakai Gosend 🌹 #bukaniklan

Kamu tidak perlu jadi Cassanova untuk mengajak pasangan candle light dinner. Kamu hanya perlu menyisihkan waktu (dan budget).

Kamu tidak perlu mengubah kepribadian dan sifat kamu untuk kecup kening pasangan dan bilang "I love you". Kamu hanya perlu kecup kening pasangan, dan bilang "I love you". Udah. Gitu aja. Tidak sulit kok.

Kalau kamu risih dengan kata "romantis", maka tidak perlu memberi label pada sebuah tindakan dengan kata "romantis".

Karena label tidaklah penting. Yang terpenting adalah kamu mau melakukan hal-hal yang membuat pasangan jadi happy.

Kamu pernah mengalami? Mungkin kamu merasa diri tidak romantis? Atau mungkin pasangan kamu? Bagaimana kamu mengatasinya? Ceritain dong! 😉

Oh iya, contoh diatas memang masalahnya ada di pria, tapi masalah ini bisa terjadi pada wanita. Banyak juga kok wanita yang cuek dan merasa dirinya bukan tipe romantis sehingga akhirnya terjebak dalam ranah 'pelit' untuk ngasih rasa 'happy' ke pasangan.

Maaf kalau bahasa saya terlalu buka-bukaan disini, Saya harus perjelas, soalnya banyak orang bego suka salah tangkap. Seolah-olah, dalam hubungan, pasanganmu harus membahagiakanmu. Padahal, dalam RELATIONSHIP, justru KAMU lah yang DIWAJIBKAN membahagiakan pasanganmu.

So, jangan kebalik ya, guys?
Baca ini juga, guys: Jurus Ampuh Untuk Move On (2018)

0 Comments


EmoticonEmoticon