Melanjutkan Hidup


Melanjutkan hidup,

Dia yang kini tak berhati, dulu mungkin pernah terlalu peduli.
Itu quote yang selalu aku ingat dan sudah aku uji kebenarannya.

Aku pernah berada dalam sebuah hubungan lama yang akhirnya harus berakhir karena sebuah kenyataan bahwa dia juga menjalin hubungan dengan sahabatku yang sudah aku anggap kakak sendiri. Disini aku merasa dibohongi. Aku tidak marah padanya, aku lebih marah pada diriku sendiri. Pertanyaan “aku salah apa? Kok sampai diperlakukan begitu” selalu terngiang dikepalaku. Dan memang aku tidak salah apa-apa. Hanya saja Tuhan ingin memperlihatkan bahwa dia orang yang seperti itu.

Lalu setelahnya aku jatuh cinta lagi. Dengan seseorang yang sangat mudah mengambil hati. Aku sampai berharap dia yang terakhir. Tapi ternyata mungkin dia cuma menikmati semua perasaan yang dia dapatkan dariku. Dan disini aku sadar betapa semesta begitu lucu. Ketika aku sangat menginginkan dia. Berusaha untuk selalu bisa bertukar kabar dengannya. Tapi sering terabaikan. Lalu aku lelah. Lalu aku tidak peduli dan aku memutuskan untuk pergi. Dan dia mendekat. Entah karena dia merasa kehilangan seseorang yang sudah mencintainya atau dia cuma merasa bersalah karena sudah bersikap seperti itu padaku atau entahlah aku tidak mau memikirkannya. Sebab dari pertama aku memilih pergi, aku sudah membuang habis perasaanku. Hingga aku menjadi biasa saja.

Lalu ada yang menggantikan. Tapi dia mengulang cerita yang pertama. Bedanya dia lebih tega. Selain pergi, dia membuatku sangat tidak bisa memaafkan diriku sendiri. Merasa sangat bodoh dan sangat membenci diriku sendiri. Bagaimana bisa aku jatuh dan hancur?

Tapi semua itu kujalani dengan akhirnya membuatku berpikir akan banyak hal. Membuatku berhati-hati kepada orang lain. Membuatku membatasi diri dalam hal yang, aku tetap baik kepada orang lain tapi aku membaca sikapnya, apakah baikku ini dimanfaatkan oleh dia atau dia juga tulus menerima kebaikanku. Iya seperti itulah kira-kira.

Dari semua hal yang sudah kulewati. Membuatku sedikit apatis soal cinta dan kembali sangat cuek kepada lawan jenis. Bukan trauma hanya merasa malas saja. Bercanda menjurus ke gombal itu membuat aku mual. Diperhatikan berlebihan itu membuat aku malas. (kecuali untuk mereka yang memang dekat denganku. Kalau diperhatikan mereka sih aku senang). Dan sekarang juga aku membalas chat itu pilih-pilih. Aku hanya membalas chat yang penting menurutku. Tapi lebih sering cuma aku read aja tanpa membalas.

Dan aku nggak suka lihat cewek terlebih lagi dia itu temanku sendiri yang nggak terlihat baik-baik aja padahal cowok yang dia sayangi yang sudah dengan mudahnya pergi itu mampu terlihat baik-baik aja. Aku nggak suka.

Aku nggak suka karena dia jadi nggak bisa menikmati hidupnya hari ini dan malah sibuk memikirkan besok gimana atau apakah nanti akhirnya bisa bersama. Hari esok siapa yang tahu?. Yang perlu kita nikmati itu hari ini. Hari yang kita jalani.

Ya aku tau sih emang nggak mudah di awal. Nggak mudah bukan berarti nggak bisa kan?.

Kalau kamu nggak bisa menikmati hidupmu kamu juga nggak akan bisa untuk merasa bahagia. Karena perasaanmu terkuras untuk mikirin “nanti gimana?”. Padahal mah nanti ya nanti aja yang penting sekarang bahagia. Gitu kan ya hehe.

Makanya sekarang aku cuek bangetan. Buka sosmed paling cuma buat posting apa yang mau di post, sesudahnya aku logout. Dibuka lagi nanti kapan-kapan kalo ada waktu luang banyak atau biasanya sebelum tidur aku "sekrol-sekrol".

Tulisan ini pasti sudah panjang banget. Intinya, nikmati hidupmu hari ini. Berbahagialah. Karena ketika seseorang yang kamu sayangi itu pergi meninggalkanmu, rasa cinta yang kamu punya itu cukup untuk mencintai dirimu sendiri.

Cintai dirimu dan melangkahlah melanjutkan hidup.
Baca ini juga:
Source: eunheesa

0 Comments


EmoticonEmoticon