Tentang “Melupakan”



Hai Gaes,

Saya Rajaka.

Sejak pertama kali Saya mendirikan Menuju Utuh dan Blog Bacasadja ini, tak terhitung berapa chat yang masuk ke akun pribadi, email, dan WhatsApp dari teman-teman yang pengen curhat. Dan kamu tau pertanyaan apa yang paling sering diajukan? Tentang Move On! Dan selalu saja. Pertanyaan dengan tema yang sama masih saja bermunculan. Sampai hari ini. Jujur, itu bikin Saya ‘eneg’.

Itu sebab kenapa akhirnya Saya memutuskan untuk membuat artikel ini. Yap, biar Saya gak perlu bikin jawaban yang sama untuk orang-orang yang berbeda berulang-ulang.

Langsung saja.

Sebelum Saya bocorin tentang tips dan trik terbaik tentang Move On, Saya merasa bertanggung jawab untuk meluruskan dulu pandangan / pemahamanmu tentang Move On. Karena Saya yakin, saat ini, dalam kepalamu, masih tertanam pemahaman yang kurang tepat.

Banyak yang mengira bahwa move on adalah sama dengan Melupakan. Padahal keduanya memiliki arti yang sangat jauh berbeda.

Move On bisa berarti bergerak maju untuk lebih baik. Menjadi pribadi yang lebih berkelas dibanding sebelumnya. Sedangkan melupakan, adalah keinginan untuk membuang atau menghapus suatu memori / ingatan tentang suatu moment atau kejadian yang memunculkan rasa sakit, kecewa, sedih, bahkan amarah.

Silahkan garis bawahi tentang pengertian dari Melupakan. Lihat, disitu tertulis bahwa melupakan bukanlah sebuah aktifitas / pekerjaan / kegiatan / pergerakan. Melupakan hanyalah sebuah keinginan. Dan seperti yang kita tahu, bahwa keinginan / niat doang tidak akan merubah keadaan tanpa adanya sebuah usaha. Yang tentunya usaha disini bisa diartikan sebagai sesuatu yang dikerjakan. Bukan Cuma ada di angan-angan.

Tapi Gaes, masalah kita justru ada disini. Semakin kita berjuang untuk melupakan, bukannya semakin lupa justru malah semakin ingat. Semakin keras usaha kita untuk menghapus sebuah memori atau ingatan, justru seolah kita sedang menggali ingatan tersebut.

Kenapa bisa seperti itu? Karena memang sudah dari sononya, pikiran kita diciptakan bukan untuk melupakan. Pikiran kita diciptakan untuk mengingat.

Dari situ kita bisa mengambil kesimpulan; bahwa sebenarnya, melupakan bukanlah keahlian dari otak kita. Justru LUPA, adalah sebuah kesalahan atau bisa disebut ‘error’ dalam rumitnya sistem yang terprogram dalam pikiran.

Analoginya seperti lumpuh / kelumpuhan. Kaki diciptakan untuk berjalan. Tapi kenapa bisa lumpuh? ya karena adanya kerusakan dalam susunan saraf pada kaki yang menyebabkan kaki tidak kuat menopang berat tubuh. Akhirnya, lumpuh. Seperti itulah kira-kira.

Lalu, tentang move on. Seperti yang sudah dijelaskan diatas, bahwa move on adalah usaha / aktifitas / pergerakan menuju ke arah yang lebih baik. Move on bisa diterapkan dalam hal apapun. Selama itu tentang perjuangan ke arah yang lebih baik, disitu kita bisa menggunakan kata ‘Move On’. Namun akhir-akhir ini para generasi milenial cenderung melekatkan kata ‘Move On’ hanya dalam kasus percintaan saja. Sebenarnya ini tidak salah. Tapi kalau diteruskan, akan berakibat menyempitnya pemahaman tentang kata ‘Move On’ itu sendiri.

Lalu bagaimana cara move on yang paling efektif untuk kasus sakit hati dalam relationship?

Kalau Saya sebut satu kata; ‘IKHLAS’, Saya yakin kamu bakal jawab: ‘Gimana caranya?’, atau ‘tapi susah...’, atau jika sudah level parah kamu akan bilang ‘nggak semudah itu mengikhlaskan’.

Jadi gini Gaes. Ikhlas disini memang susah jika dilakukan langsung tanpa mengetahui alurnya. Apalagi urusan sakit hati, ini lebih tak mudah lagi.

Oke, pahami ini: Ikhlas disini hanya bisa kamu lakukan jika kamu sudah lupa. Kamu bisa mengikhlaskan dia menjadi masa lalumu hanya jika kamu sudah lupa dengan kenangan-kenangan yang kamu simpan dalam ingatan. Tapi masalahnya, bukankah otak manusia tidak bisa dipakai untuk melupakan?

Ya benar. Tapi disini Saya nggak nyuruh kamu untuk berusaha melupakan. Saya akan ngajari kamu agar lupa tanpa harus berusaha melupakan. Yang pada akhirnya nanti kamu bisa ikhlas dan berujung pada move on.

Sekarang mari kita coret kata ‘MELUPAKAN’ dari kamus kita. Karena itu mustahil untuk dilakukan. Karena semakin kamu berusaha melupakan, itu sama seperti sedang menandai sebuah tulisan dengan stabilo. Membuatnya semakin memorable (mudah diingat).

Pada penjelasan awal sudah disebutkan bahwa pekerjaan utama dari otak kita adalah Mengingat! Dan kabar baiknya, kita bisa dengan mudah mengingat sesuatu HANYA pada ‘sesuatu’ yang kita anggap ‘sesuatu’ tersebut adalah penting.

Contoh: ketika kamu jalan di mall, kamu tidak akan bisa mengingat semua orang yang berpapasan denganmu. Tapi akan beda lagi jika kamu ketemu dengan seseorang yang menurutmu dia cakep banget. Pasti akan sangat mudah kamu mengingat orang tersebut.  Dan akan semakin mudah diingat lagi jika orang cakep itu nyamperi kamu lalu mengajakmu ngobrol.

Seperti itulah konsep / cara kerja otak dalam mengingat. Kita akan dengan mudah mengingat hal yang menarik fokus kita pada hal tersebut. Tanpa daya tarik yang tinggi, fokus kita tidak akan mengarah kesitu. Semakin tidak diperhatikan (tidak diingat), maka otak akan semakin mudah lupa.

Semakin kamu berusaha keras melupakan, disitu kamu sedang sama kerasnya berusaha mengarahkan fokusmu ke hal yang kamu coba lupakan. Semakin keras kamu coba memendam ingatan tentangnya, semakin banyak ingatan tentang dia yang muncul ke permukaan.

Tips dan Trik Move On

  1. Jangan berusaha melupakan dia.
  2. Terima saja dia sebagai masa lalumu. Cuma sekedar menerima. Tidak lebih.
  3. Alihkan prioritasmu. Doktrinkan pada pikiranmu bahwa hubunganmu dengannya sudah berakhir. Berarti sudah tidak penting lagi.
  4. Selalu katakan pada dirimu bahwa hubunganmu dengannya sudah tidak penting. Sudah berlalu. Terima kenyataan itu.
  5. Alihkan fokusmu ke yang ada sekarang.
  6. Fokuskan lagi pikiranmu ke kesenangan, hobi, kegiatan ekstrakurikuler, dll.
  7. Perluas pergaulanmu. Main yang jauh dengan teman yang baru. Jangan yang itu-itu saja.
  8. Sebenarnya point No.3 – 7 itu tidak penting. Karena yang penting hanya point 1 & 2 saja


Sekian,
Terimakasih.
Langsung saja dishare / bagikan.

0 Comments


EmoticonEmoticon