Pelajaran Dari Ibuku


Kalau kamu mau anakmu jadi anak yang mandiri, berdaya, peka dengan sekitar, terasah empati dan emosinya, itu gampang. Kuncinya satu, kamu harus mau repot. Membuat anak terus-menerus merasa terhibur dan memilih menghindarkan anak dari layar sebelum waktunya memang repot. Lebih enak beri saja teve atau hape, biar nonton dan berhenti rewel. Tetapi ini melatih anak untuk bisa membuat dirinya sendiri terhibur dengan yang ada di luar layar. Ada banyak yang lebih menarik di sekitar. Membuat anak mau makan sambil duduk, apalagi makan sendiri, dengan rapi, tidak acak-acakan, dan makannya tetap banyak memang repot. Lebih enak gendong dan suapi sambil jalan-jalan, makannya biasanya akan lebih banyak. Tetapi ini melatih kesadarannya bahwa dia sedang makan. Bahwa makan harus duduk. Bahwa makan adalah bagian dari bersyukur. Membuat anak mau buang air di toilet, bisa duduk tenang, mencatur setiap pagi dan malam, memang repot. Lebih enak pakai popok sekali pakai, biarkan saja buang air sesukanya. Tetapi ini mengajarkan aturan dan menunjukkan bagaimana berperilaku yang baik. Lebih sehat. Membuat anak memiliki jadwal yang rutin, jam tidur rutin, jam makan rutin, jam mandi rutin, memang repot. Lebih enak biarkan saja anak semaunya. Tetapi ini mengajarkan kebiasaan, yang saat besar akan mepengaruhi perilakunya pula, kedisiplinannya. Mengikuti dunia anak dan tidak "memutus begitu saja yang sedang dilakukan atau diinginkannya memang repot. Harus menunggu sampai puas main air di kamar mandi, harus membuntuti sampai puas memanjat tangga, harus mengikhlaskan rumah berantakan, repot. Tetapi ini memberikan sinyal kepadanya bahwa dirinya disayangi, didukung, dan boleh belajar. Intinya, menjadi ibu itu bisa saja tidak repot, tetapi jika ingin anaknya jadi anak yang berdaya kelak, ya harus mau repot. Di tengah segala kemudahan yang ditawarkan zaman ini, menjadi ibu harus pintar-pintar memilih, harus banyak-banyak sabar, dan lebih banyak lagi memaafkan.“ Demikian nasihat ibu untuk saya. Sulit bagi saya membayangkan kerepotan yang saya timbulkan untuk ibu saat kecil dulu. Ibu tidak pernah mengeluh, tidak pernah lelah. Semoga Allah memberikan cinta-Nya untuk ibu.
Baca ini juga:
Resource: berdaya

0 Comments


EmoticonEmoticon