Balada Kerajaan Facebook


Dalam Cover majalah Wired terbaru, disitu Om Mark Zuckerberg sang Juragan FB digambarkan tengah babak belur. Terluka.

Ada apa ini?

Minggu lalu FB terbukti telah gagal menjaga privasi usernya. Hal ini karena telah diketahui ada pihak ketiga yang bisa dengan mudah membobol profil jutaan pengguna Facebook. 

Akibatnya, Saham Facebook anjlok Rp 500 triliun dalam sehari.

What went wrong? 

Mari kita ulas dalam artikel ini.

Kejatuhan saham Facebook dipicu oleh pemanfaatan data private 50 juta usernya oleh sebuah firma konsultan political marketing bernama Cambridge Analytica. Dan, Firma tersebut diketahui merupakan konsultan dari Orang nomor satu di US, Donald Trump.

Pihak Facebook lebih dikecam karena dianggap kurang proaktif dalam melindungi data private miliaran usernya. Ditambah, selama ini pihak FB juga dianggap amat lamban dalam memerangi 'fake' dan 'hoax news' di linimasanya. Akhirnya, kemarahan publik pun berimbas pada sentimen negatif saham FB yang anjlok hingga 500 triliun in one day.


4 dari 5 apps diatas adalah milik FB.

FB dan WA seringkali digunakan sebagai media distribusi fake news. Hal ini memperkuat statement publik yang mengatakan bahwa FB memang amat cuek terhadap data privasi usernya. 

Betapa berbahanya membiarkan 4 aplikasi maut ini dalam satu genggaman tangan. 

Betapa powerfulnya kerajaan FB dalam jagat dunia ini.

Valuasi FB sudah tembus Rp 7000 triliun, ini adalah sebuah angka yang sangat amat masif. Anjlok 500 triliun dalam sehari, ini berarti belum ada 10% nya. 

Revenue FB tahun lalu saja tercatat sebesar Rp 170 triliun. Laba sebelum pajak tercatat sebesar Rp 90 triliun. Margin 52%. Sebuah margin yang amat sangat maknyus. Impact dari The power of digitalnomics.

Secara bisnis, kinerja FB tahun lalu memang amat cemerlang. Revenue dan net profit naik 45%. Jumlah karyawan naik 40%. Mereka hanya jualan iklan dari jutaan pelanggannya. Hanya dengan itu saja, FB berhasil meraup Rp 170 triliun hanya dalam waktu setahun. Network effect dalam skala yang amat masif.

Kenapa FB bisa raup Rp 170 triliun hanya dengan jualan space iklan? 

Karena fitur-fitur FB Ads memang bagus, saudara-saudara. Dan, 2 miliar user FB adalah 'Harta Karun' bagi para pebisnis online yang paham perihal bagaimana cara memakai fasilitas FB Ads dengan cerdas.

FB Ads menawarkan apa yang disebut sebagai 'precision marketing'. Highly targeted ads. Micro targeting yang bisa sangat powerful dalam dunia pemasaran. 

Berikut saya beri contoh tentang betapa sedapnya fitur-fitur FB Ads:

Misal, iklan anda hanya akan dimunculkan di beranda user yang pakai sempak merk Hings. Yang sempaknya bukan merk itu, maka gak akan baca iklan Anda. Emang bisa gitu? Bisa! 😅

Atau, iklan kita hanya akan dimunculkan di beranda cewek yang ingin langsing. Bisa.

Atau, iklan FB kita hanya akan muncul di user yang gajinya pas-pasan dan cicilan Vario-nya belum lunas. Bisa gitu yak? Bisa! Hahaha... 

Disini poinnya adalah, iklan FB can be very highly targeted. Dan karena itulah makanya jadi powerful.

FB Ads juga bisa melakukan remarketing. Iklannya muncul terus ngikutin kamu, muncul kombinasi antara di FB dan IG. 

Saya sendiri juga suka banget melakukan remarketing ads di FB. Biar nama blog yang sedang kamu baca ini muncul terus di linimasa follower Fanspage #inirasaku. Hehehe 

Ada lagi Fitur FB Ads lain yang bagus. Namanya look alike.
Jadi begini, misal Saya ingin ngiklanin fanspage #inirasaku menggunakan fitur look a like. Fitur ini bagus karena iklan Saya hanya akan muncul pada orang-orang yang kemungkinan besar suka dengan Saya atau produk Saya. Dalam konteks ini, karena yang saya 'jual' di Fanspage #inirasaku adalah kata-kata cinta, maka ketika saya pakai fitur ini, pihak FB hanya akan menampilkan iklan saya pada orang-orang dengan karakter yang mirip dengan orang yang sudah lebih dulu follow FP #inirasaku (orang yang suka kata-kata juga).

Fitur FB Ads lain yang bagus: namanya pixel marketing

Caranya penggunaannya, pasang pixel FB di blog kita. Iklan FB kita kemudian hanya akan muncul ke user yang pernah mengunjungi blog kita. Ini juga merupakan remarketing yang powerful. Karena memberi efek pembaca blog jadi makin loyal.

Dalam dunia advertising, dikenal istilah waste. Contohnya adalah iklan di TV itu. Waste-nya sangat tinggi. Kenapa? Karena iklan acap tak sesuai target market yang dibidik. Jadinya boros di budget

Sedangkan FB Ads membuat waste itu hilang. Precision marketing membuat iklan kita bisa highly targeted. Dari perspektif marketing, FB land masih sangat menarik. Saya juga tiap hari pasang iklan di FB.

Tapi dari sisi konten, secara pribadi Saya kurang suka dengan FB. Biasanya, Saya buka FB hanya untuk ngurusin Fanspage, cek data iklan, dan posting beberapa status. Kalau untuk baca-baca timeline, jujur saja Saya kurang nyaman. 

Mari kita kembali ke pembahasan data privacy dan fake news

Otoritas resmi di Eropa sudah sangat gerah dengan kelambanan pihak FB dalam mengurusi 2 hal:

1) Dalam melindungi data privasi usernya. Dan juga, 
2) Dalam memerangi fake news/hoax

Pihak FB harusnya lebih responsif. Mengingat dengan jumlah user yang fantastis: 

Facebook : 2.1M
WhatsApp : 1.5M
FB Messenger : 1.3M
Instagram : 800 juta. 

Dengan kombinasi user yang amat masif itu, Imperium FB punya impak yang sangat dahsyat bagi perilaku umat digital di jagat maya ini.

Slogan FB dari Mark Zuckerberg yang terkenal adalah Bring the World Closer Together. Namun faktanya, FB dan WA Group acapkali justru memicu konflik perpecahan yang kelam. 

Slogan Closer Together lalu hanya jadi buih fatamorgana yang kosong.


Bahkan, dikutip dari buzzfeed.com terdapat hasil studi yang kelam disana:
Ternyata, di FB berita-berita fake dan hoax ternyata lebih "disukai" dan lebih mudah menyebar dibanding honest news
Algoritme FB ternyata memberikan kemudahan bagi penyebaran berita hoax dan fake. Hasil analisa diatas menyebut: berita-berita fake dan hoax akan lebih mudah menyebar jika dishare di Facebook. 

Sebuah temuan yang mengejutkan memang. Itulah mungkin alasan kenapa orang-orang yang rasional dan punya akal sehat kadang langsung emosi begitu buka FB. Hihihi...

Analisa diatas memberikan insight: slogan FB untuk bring the world closer together barangkali memang benar-benar ilusi. 

Fakta bahwa algoritma FB lebih ramah terhadap distribusi fake news and hoax, membuat platform ini justru bisa merusak kebersamaan dan harmoni sosial. FB harus merombak algoritma mereka agar lebih memberi tempat bagi honest and inspiring info, dan menenggelamkan info-info yang sarat dengan ujaran kebencian. Mark Zuck gak boleh pura-pura nggak tau tentang problem ini. 

Sebab jika fakta ini dibiarkan, FB hanya akan berisi informasi sampah. Jika FB makin dipenuhi berita dan informasi sampah, itu justru akan amat berbahaya bagi bisnis mereka nantinya. 

Banyak user yang makin enggan membuka FB. Dan ini sudah terjadi di Eropa dan Amerika. Saat user mulai stagnan karena makin muak dengan konten FB, maka pelan-pelan FB akan sama dengan Friendster. Mati.

FB harus adaptif. Algoritme mereka harus lebih empati dengan berita-berita yang valid dan kredibel. Bukan justru lebih empati pada fake news yang sarat dengan kebencian dan kepalsuan. 

Tanpa adaptasi, Facebook sangat mungkin akan bernasib sama dengan Kodak dan MySpace. Pelan-pelan stagnan, dan lalu terkapar mati.

Dan sekarang pertanyaannya,
Jadi sebenarnya data privacy yang dicuri dari FB itu berbentuk apa? Dan bisa buat apa aja kok sampe dicuri? Sepenting itu, kah?

Jika pertanyaan itu muncul dibenak Anda itu wajar. Karena memang tidak semua orang paham dengan yang namanya algoritma sebuah sosmed. Tapi, dengan membaca ulasan saya tentang Fitur FB ads diatas, minimal sudah bisa sedikit meraba-raba dong perihal sebernilai apa database yang tidak dijaga baik-baik oleh pihak FB itu.

Dalam ulasan mengenai FB Ads diatas sudah saya kasih sedikit gambaran tentang betapa powerfulnya fitur-fitur iklan yang dimiliki FB. Kenapa bisa sangat powerful? Karena FB punya data diri usernya. Karena FB tau tentang hobby, minat, merk kesukaan, tokoh idola, dan semua data tentang Anda dan miliaran user lainnya.

Bahkan FB juga tau, apakah Anda beneran 'anti pacaran' atau cuma sekedar koar-koar hijrah didepan teman-teman.

Intinya, FB tau banget siapa usernya. Kenal banget. Melebihi kenalnya Anda dengan diri Anda sendiri. Sehingga FB tau, iklan model bagaimana yang akan ditampilkan di timeline Anda.

Ibarat kata, misalkan FB ini cowok dan Anda jadi cewek yang lagi dikejarnya, si FB ini sudah punya list apa-apa saja yang bakalan dikasih dalam rangka mendapat keseluruhan hati dan perasaan Anda. Aiihhhh..

So, kebayang nggak? Dengan tingkat akurasi yang begitu detail, jika data tersebut sampai bocor, apalagi dicuri oleh pihak yang kita tahu merupakan 'tangan kanan' dari pimpinan negara adidaya, apa yang bakal terjadi?

Mari kita berdoa saja, semoga Om Mark segera dapat hidayah biar nggak cuma tinggal diam untuk masalah ini.


Sahabatmu,
Rajaka 

__________
*Source Data:
- wikipedia.com
- strategimanajemen.net
- buzzfeed.com
- forbes.com

0 Comments


EmoticonEmoticon