Hadirmu Yang Menetapkan Jatuhku


Jantungku berderak patah. Kepingannya menancap di sendi-sendi jiwa. Aku tak bisa tertawa, menangispun tak tahu caranya..

Aku melamun, mencoba memahami yang tak dimengerti. Aku berdiam, mendengarkan apa yang alam coba sampaikan. Hingga daun gugur ke tanah, tak kumengerti kenapa ranting hati belum juga mati.

-----

Lalu datanglah engkau.
Sendirian dengan langkah kecil dan ringan. Menawarkan pegangan tangan yang tak erat tapi tetap menggenggam.

Kau melucu, tak berharap aku tertawa. Kau bernyanyi, tak berharap aku tahu gerangan lagu apa. Kau berjalan sedikit memimpin, tapi tak meninggalkan.

Kau tahu, aku sedang tersesat...

-----

Bersamamu, ada udara yang sedikit terlihat. Samar, tapi paru - paruku mulai tak terasa hambar. Aku ingat bagaimana hangatnya wajah yang merona, tak sampai tergelak, tapi aku tak lagi lari mengelak.

Dan,
Dalam duniamu, aku sungguh lupa patahan kehidupanku.
Baca ini juga:
Source: Rajaka

0 Comments


EmoticonEmoticon