Pilihan Terbaik

cinta terbaik,cinta terlarang,cinta laura,cinta penelope,cinta dan rahasia,cinta sejati,cinta adalah,cinta terbaik mp3,cinta dalam istikhoroh,cinta segitiga,cinta,cinta abadi,cinta aku menyerah

"Gue bawain lu kopi nih, kopi luwak."

Pesan yang begitu singkat, Bee. Tapi aku tahu itu tanda bahwa kau ingin bertemu denganku. Tanda bahwa kau sudah pulang dari satu perjalananmu yang lainnya. Dasar traveller, jalan – jalan saja kerjamu. Bikin iri. Tapi aku senang kau selalu membawakanku sesuatu setiap pulang. Selalu.

"Gue ke rumah lu malem ini, ya?", Aku membalas cepat.

Ayolah, cepat jam lima! Aku rindu si mata bulatku! Rindu Bela-ku!

************
Syukurlah perjalanan kali ini tidak macet. Motor bututku kupaksa ngebut. Jangan sampai 'luwak' itu dia seduh sendiri. Melangkahiku sang penyuka kopi.

Tepat Jam enam aku tiba di rumahnya. Dia menyambutku di depan pintu dengan celana pendek selutut berwarna abu dan kaos putih. Aku memeluknya, harum yang sama sejak ia menjadi sahabatku semester satu dulu.

“Lu tahu nggak kenapa Luwak itu enak?”, aku duduk di sofa ruang tengah sambil membawa cangkir kopi. Rumah ini sudah seperti rumahku sendiri.

“Luwak itu biji kopi yang dipilih sama Musang Luwak. Konon mereka hanya memilih buah kopi terbaik untuk dimakan. Nah, kopi yang mereka pilih ini hanya dimakan dagingnya dan biji kopinya tetap utuh untuk dibersihkan setelah mereka cerna. Proses yang sulit dan biji kopi terbaik ini bikin Luwak mahal dan enak”, Bela mendengarkanku dengan seksama. Ia menghirup kopi dan menyeruputnya. Mungkin dia sudah tau kisah luwak itu, tapi dia menghargai ceritaku.

'Tok tok tok...'

Bela bangun dan membukakan pintu. Seorang pria berkulit putih, tegap, dan bermata biru. Dia masuk dan kulihat mata Bella berbinar tak seperti biasanya.

“Masuk, Ding!”, Bela menggandeng lengan pria itu. Hatiku remuk seketika.

“Jaka, kenalin ini Gading. Aku bertemu dengannya saat membeli kopi luwak untukmu. Kami berdiskusi banyak tentang kopi. Ia tergila – gila pada kopi. Sama denganmu. Kopi itu awal pertemuan kami”.

Aku mengangguk tersenyum dan menjabat tangan Gading.

Ya, Bee. Luwak memang selalu akan memberikan pilihan terbaiknya. Seperti saat ini,  kau yang sudah menemukan pilihan terbaikmu. Dan pilihan itu bukanlah aku...
Baca ini juga: 
Yang ini juga: Surat Untuk Bara
@2015

0 Comments


EmoticonEmoticon