Semoga Tidak Terlalu Lama

 

Untuk seseorang yang namanya masih belum bisa kusebutkan,

Anggap saja ini adalah jembatan penghubung sebuah ‘hai’ yang sedang tak berani kuutarakan. Aku terlalu rindu, terlalu ingin bertemu dan terlalu tak ingin kamu tahu. Terlalu ingin sebuah temu tanpa harus aku yang memulai segalanya lebih dahulu.

Taukah bahwa mencintai seseorang diam-diam tidak akan pernah mendapatkan apa-apa selain bersiap jika sewaktu-waktu akan dilahap oleh rasa kehilangan? Tapi aku bisa apa?

Sambil melihat punggungmu berlalu dari stasiun kereta waktu itu, aku melepasmu. Sepuluh kali dua puluh empat jam, tak ada sorot mata yang bertukar tatap. Tapi semakin temu tak dihadiahkan untukku, semakin pikirku bekerja dua kali lipat memikirkanmu. Penuh, tak bisa dibatasi, tak pernah bisa kuusir pergi, hanya bisa menunggu waktu yang tak pernah pasti.

Sudah lama sekali aku tak mencicipi rindu. Begini ya rasanya? Jika kamu lebih ahli, bolehkah aku diajari? Cara untuk merasa lebih baik meski tanpa sebuah temu, cara untuk membuat segalanya baik-baik saja tanpa kau pernah mengungkapkannya. Semoga tidak terlalu lama sorot matamu bisa beradu denganku, semoga tidak terlalu lama aku menyimpan sebuah rindu, semoga segala yang baik akan dipertemukan diantara kita.

0 Comments


EmoticonEmoticon